<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7674708998810366957</id><updated>2011-04-21T21:22:43.970-07:00</updated><title type='text'>THE POWER OF FAKHRI</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://fakhripowers.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7674708998810366957/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fakhripowers.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>FAKHRIPOWERZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02933429515396444938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_MxkPJ-2x8As/SXL1VwuesNI/AAAAAAAAAAk/LtPgQAez4fI/S220/Mike+Drint+(bassis+Green+Day).jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>1</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7674708998810366957.post-3898493038592118906</id><published>2009-01-18T01:00:00.001-08:00</published><updated>2009-01-18T01:23:32.725-08:00</updated><title type='text'>All about Bass</title><content type='html'>Kali ini saya akan sedikit berbagi pengalaman mengenai perombakan-perombakan pada gitar bass. Because i love bass  Hal ini sebenarnya ada sedikit hubungan dengan tulisan saya sebelumnya, mengenai tips memilih (membeli) gitar bass second (bekas). Hanya ditulisan saya kali ini bukan saja ditujukan bagi teman-teman yang mungkin belum mempunyai dana untuk membeli bass tipe-nya, melainkan juga ditujukan bagi teman-teman yang gemar merenovasi bass (merombak). Dimana saya akan berbagi pengalaman berdasarkan hal-hal yang pernah saya lakukan dan yang pernah saya saksikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merenovasi alat musik sebenarnya sudah lama terjadi dimanapun musisi itu berasal, maksud saya bahwa untuk sebagian musisi hal seperti ini sudah seperti hobby bagi mereka. Jadi alasannya tidak melulu pada masalah dana yang belum mencukupi untuk membeli bass baru sesuai dengan yang kita idamkan.&lt;br /&gt;Renovasi itu sendiri bisa bermacam-macam, mulai dari renovasi yang paling umum (hal ini paling banyak dilakukan) yaitu penggantian pick up , penggantian neck atau body (dengan bahan kayu yang berbeda termasuk model dan skala yang ikut berbeda pula), penggantian circuit, penggantian bridge dan string tunner, dan terakhir penggantian ukuran fret atau perubahan fretted/fretless.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Penggantian Pick Up&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini yang paling sering dilakukan bass player dengan tujuan ingin merubah karakter sound dari yang sebelumnya atau juga merubah pick up passive menjadi active. Memang benar kalau ada yang beranggapan beda merk akan berbeda karakter sound-nya, dan benar juga kalau ada yang bilang beda jenis (seperti humbucker dan precision) akan beda karakter sound. Dua-duanya benar hanya saja urut-urutan kalau mau di ukur kadar perbedaannya dari yang paling menonjol adalah jenis pick up humbucker, precison, atau yang model jazz bass, perbedaan karakter pick up ini disebabkan oleh banyak hal diantaranya adalah jenis magnet yang dipergunakan pick up tersebut.&lt;br /&gt;Kembali ke pick up, penggambaran karakter dari humbucking (humbucker) pick up adalah lownya lebar dan kering atau dalam. Kalau precision lebih middle dan Low – hi, kadarnya 50 – 50. Model jazz bass (single) karakternya halus dan low-nya lebih ke depan (middle low). Kalau merk pasti ada sedikit perbedaan (biar tidak sama dengan merk lain) tapi pada dasarnya karakter tetap sesuai dengan skema atau komponen-komponen pada jenis-jenis pick up diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Penggantian Pada Neck dan Body&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ada juga yang ingin merubah sound bass dari body-nya, dalam artian merubah jenis kayunya dan bukan disainnya (model). Karena memang perbedaan kayu pada body lumayan ada pengaruhnya untuk sound yang dihasilkan. Umumnya jenis kayu-kayu yang jadi bahan untuk gitar adalah maple, mahogany, bubinga, koa, zebra wood, ash wood. Kayu-kayu ini terpilih karena resonansinya bagus untuk suara dan kuat tapi serat kayunya dinamis (tidak kaku). Jenis maple karakternya lebih bright (hi) dan biasanya untuk neck, ada juga bubinga yang lebih mid (halus) soundnya, dan boddy kebanyakan mahogany, ash, atau agatis. Kalau ingin mengganti jumlah fret misalkan dari 20 ke 24 atau sebaliknya kita perhatikan pada skalanya, karena skala tersebut tersebut akan berpengaruh pada tension (ketegangan) senar dan juga picth dari tone di setiap fret. Skala ini biasanya di ukur dari nut sampai bridge (bagian terdalam) dan sebaiknya teman-teman konsultasi terlebih dahulu ke pembuat neck-nya. Karena masing-masing bass (merk) berbeda skala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Penggantian Circuit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggantian circuit (knob-knob yang ada di body/ mesin di dalam bass) biasanya untuk merubah dari passive ke active circuit. Kalau merubah circuit passive menjadi active sebaiknya pick up tetap passive, ini untuk menghilangkan noise (daya berlebih) atau gain yang berlebihan.&lt;br /&gt;Ada merk pick up yang menjual satu paket pick up jenis jazz bass ataupun precision yang sekalian dengan potensionya, tergantung kita maunya seperti apa.&lt;br /&gt;Circuit active berarti ada fasilitas EQ-nya, sedangkan passive belum ada EQ. Seperti yang pernah saya singgung bahwa baik bass active ataupun passive itu sama saja, semua lebih kepada kebutuhan si musisi dan selera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Penggantian Bridge Ataupun Tunner Machine&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang satu ini agak jarang terjadi, meskipun ada juga yang mencobanya. Jenis dan tipe bridge bermacam-macam, yang mendasar adalah perbedaan pada jenis mono rail atau standard. Untuk yang jenis standard kita semua sudah tahu, sedangkan untuk jenis mono rail (terpisah satu-satu dan tidak berpijak di lempengan yang sama) dimaksudkan agar getaran senar yang satu tidak merambat ke senar lainnya, dengan demikian sedikit meredam noise dan sound dari not tidak dikotori oleh senar lainnya.&lt;br /&gt;Kalau tunner machine tidak begitu pengaruh ke sound , ini biasanya untuk keawetan dan lebih ke model. Ada juga tunner machine yang memiliki fasilitas untuk mengunci senar agar tidak gampang lepas dari tunner machine seperti yang terdapat pada merk wilkinson. Dan ada juga yang terdapat fasilitas D-tunner/drop D pada tunner untuk senar E, fungsinya untuk menurunkan nada E turun 1 menjadi D. tinggal kita butuh yang mana……. D-tunner juga ada pada bridge mono rail (senar E) seperti pada Ibanez SR 300 Prestige (Jepang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Penggantian Ukuran Fret (Fretted ke Fretless)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran fret bisa dibilang memiliki pengaruh ke sound meskipun tidak secara langsung. Maksundnya perbedaan ukuran lebih pada kenyamanan tangan kiri didalam menciptakan not-not yang bagus (clarity). Mungkin di beberapa teknik bermain bass ukuran fret juga berpengaruh di dalam kenyamanan.&lt;br /&gt;Sedangkan perubahan fretted ke fretless atau sebaliknya juga ada pengaruh pada sound, kalau dari fretted ke fretless (fretless yaitu fretnya dihilangkan/tanpa fret) lebih mudah karena tanpa harus memikirkan skala tiap fret, hanya menurut saya tidak semua jenis bass bagus dijadikan fretless, karena sound bass fretless itu khas dan spesifik.&lt;br /&gt;Untuk merubah fretless ke fretted lebih sulit di karenakan kita harus benar2 tepat pada skala tiap-tiap fret (dari fret 1 sampai seterusnya), salah didalam skala akan mengahasilkan sound atau not yang fals (sumbang) pada not yang terdapat di fret yang skalanya salah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, teman-teman sekalian itu tadi sedikit pengalaman saya yang bisa saya sampaikan kali ini……dan jika teman-teman ada masukkan atau apa saja untuk saya ataupun untuk teman-teman Streetbass, saya akan sangat senang sekali menerimanya, karena saya sendiri juga sangat ingin mengembangkan pengetahuan dan pengalaman seluas mungkin dari siapa saja.&lt;br /&gt;OK, selamat merombak bass dan bersenang-senang.&lt;br /&gt;IT’S ALL ABOUT BASS, BABY!!! (street bass)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7674708998810366957-3898493038592118906?l=fakhripowers.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fakhripowers.blogspot.com/feeds/3898493038592118906/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fakhripowers.blogspot.com/2009/01/all-about-bass.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7674708998810366957/posts/default/3898493038592118906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7674708998810366957/posts/default/3898493038592118906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fakhripowers.blogspot.com/2009/01/all-about-bass.html' title='All about Bass'/><author><name>FAKHRIPOWERZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02933429515396444938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_MxkPJ-2x8As/SXL1VwuesNI/AAAAAAAAAAk/LtPgQAez4fI/S220/Mike+Drint+(bassis+Green+Day).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
